Rahasia Memasak Enak

Ungkapan : “ segala sesuatu itu tergantung dan berdasar niat “ adalah memang benar dan selalu benar.

Beberapa waktu lalu ada teman mengeluh, “ Kenapa ya, kalau saya memasak rasanya kok kurang sedap, kurang enak. Padahal saya sudah mengikuti semua prosedur dan takaran sesuai petunjuk dalam resep. Dan lagi bahannya juga pilihan ? Apa memang tangan saya yang beda, ya ?” Atau memang ada resep rahasia cara memasak enak ?

Sebenarnya saya bukanlah seorang ahli masak, apalagi seorang chef. Hanya saja ketika saya sudah berniat dan mau memasak, kata saudara dan teman-teman saya rasanya enak, sedap. Itupun dengan bahan-bahan seadanya, apa yang ada di depan mata yang dipakai. Makanya teman saya tadi datang mengeluh pada saya.

Saya bilang, enak tidaknya masakan, sedap atau tidaknya rasa, tidak 100 % ditentukan oleh bahan dan cara memasaknya. Ada satu lagi faktor penentu yang kalau boleh dibilang : rahasia.
Yaitu tadi, tergantung dan berdasar niatnya.

Masalahnya, banyak orang memasak hanya sebatas memasak, atau sebatas memenuhi kewajiban. Yang penting jadi. Yang penting bi sa dimakan. Itulah yang menyebabkan rasanya yang berbeda.
Coba saja tanya kepada para ahli masak atau para chef kenamaan. Ketika mereka memasak, disamping rasa kecintaannya terhadap kegiatan memasak, rata-rata mereka mendasari niatnya untuk memberikan sajian yang istimewa.

Sekali waktu, coba saja anda praktekkan dan buktikan. Coba lakukan kegiatan memasak dengan penuh rasa kegembiraan, penuh dengan niat untuk memberikan sajian istimewa.
Maka ketika anda telah mulai memasak, meskipun dengan bahan yang seadanya, meskipun anda tidak mengukur dan berpatokan dengan resep, seolah-olah ada yang menuntun tangan dan feeling anda. Oh, ini kurang garam, oh..ini kurang gula dan sebagainya. Ketika anda memasak dengan didasasri oleh niat di atas, maka anda akan dengan mudahnya meracik dan memasaknya, seolah-olah anda sudah sangat ahli dan berpengalaman dengannya.

Ada satu bukti penelitian yang sangat menguatkan.
Ketika ada sebakul nasi, yang kemudian dipisah menjadi dua bagian yang sama, namun ditempatkan pada wadah yang berbeda.
Satu wadah nasi diniatkan untuk dicintai, dan setiap saat dikatakan padanya, .”.wahai nasi kamu bersih, kamu putih, kamu enak…”

Sedang satu wadah nasi lainnya diniatkan untuk dihujat dan dihina, dan setiap saat dikatakan kepadanya “…wahai nasi, kamu jelek, kamu kotor, kamu busuk….”
Maka ternyata pada selang waktu beberapa lama, wadah nasi yang diniatkan untuk dicinta benar-benar masih bersih dan putih.
Sedangkan satu wadah nasi yang diniatkan untuk dihujat dan dihina ternyata telah mulai menguning, berair dan membusuk.

Maka mulailah dari sekarang. Niatkan anda memasak dengan penuh kegembiraan dan untuk memberikan sajian istimewa.
Niscaya hasil masakan anda enak dan sedap rasanya.
Itulah rahasianya !

Pos ini dipublikasikan di Tak Berkategori. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s